After The Rain Part 1

Dear diary, Hari ini ada reuni SMP Harapan Bangsa. Dan tiba-tiba aja aku ingat lagi sama Ardi. Yeah, Ardi si Cinta Pertama itu loh! Dia bakal datang gak ya? Kayak gimana ya dia sekarang? Aku penasaran. Aku harap dia datang. Apa hatiku masih akan berdebar ya kalo ketemu dia?
Rintik-rintik hujan mulai membasahi mobil Veya yang melaju menuju SMP Harapan Bangsa. Dan seiring hujan turun, lalu lintas pun mulai tersendat-sendat. Veya pun akhirnya menyandarkan badannya dan menghela napas, dia terlihat lelah.

Read More

Profil Dewi Lestari

Dewi Lestari Simangunsong yang akrab dipanggil Dee (lahir di Bandung, Jawa Barat, 20 Januari 1976; umur 35 tahun) adalah seorang penulis dan penyanyi asal Indonesia.
Lulusan jurusan Hubungan Internasional Universitas Parahyangan ini awalnya dikenal sebagai anggota trio vokal Rida Sita Dewi. Sejak menerbitkan novel Supernova yang populer pada tahun 2001, ia juga dikenal luas sebagai novelis.

Read More

Cerber Cattelya Part 1

Malam ini aku menantimu, sama seperti malam malam sebelumnya. Duduk sendirian di taman Cattelya. Ditemani indahnya lampu malam yang berwarna warni, cukup menghibur kesendirianku. Aku akan tetap menantimu Carla, sampai kapan juga.
Taman Cattleya begitu berarti buatku. Selain karena aku yang mendesain sendiri taman ini, suatu pertemuan yang tanpa sengaja telah terjadi disini, kamu dan aku. Senyumku semakin berkembang saat mengingatmu.

Read More

Anda Seorang Penyendiri atau Pemalu?

Pernah tahu tentang seseorang yang perlu menyendiri, berjam-jam tiap harinya? Yang gemar mengobrol tentang ide-ide, tentang perasaan? Yang kadang-kadang bisa mempresentasikan sesuatu dengan hebat di hadapan banyak orang, tapi begitu canggung saat berada di kelompok yang lebih kecil?
Apakah kita menjulukinya "orang serius", "sombong" ? atau bertanya kepadanya 'eh, kamu sakit ya'?

Read More

Farhan

Pria itu akhirnya sadar kalau aku mengikutinya dari tadi. Dia berbalik kemudian bertanya padaku. “Kamu ngikutin aku ya?” Aku nyengir sambil melihat buku yang ada di tangannya. “Apa ada yang salah?” Tanyanya lagi.
“Buku itu.” Jawabku sambil menunjuk buku yang ada di tangannya. “Buku ini?” Aku menggangguk. “Boleh nggak aku yang pinjem bukunya? Soalnya, buku itu penting banget untuk menyelesaikan tugasku?” Tanyaku.

Read More
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Rating
1 Comments

By: Hylla Shane Gerhana



Anda sadar gak kalau orang yang paling malas adalah orang yang paling sibuk? opini ini diutarakan oleh Robert Kiyosaki. Dan menurut saya ungkapan ini memang betul. mungkin anda masih bingung dan tidak percaya, masak orang yang paling sibuk justru adalah pemalas.


Sebagai contoh akan saya kasih kisah hidup togok. Si togok sejak SD memang terkenal malas. Tidak pernah mengerjakan PR, jarang sekali masuk kelas. Dalam sebulan hanya masuk kelas selama 7 – 10 hari, sisanya bolos. Tidak hanya itu, di rumahpun tidak pernah membantu orang tua yang kerjanya sebagai buruh. Ketika Si Togok ditanya kenapa kamu kok gak mau mengerjakan ini itu?Masuk sekolah juga sering bolos…


“Sorry pak, saya orangnya sibuk” jawab Si Togok. Emangnya kamu sibuk apaan? , tanya pak guru lagi.


” kalau di rumah saya sibuk nonton TV, baca komik tidur, jajan, main game. Belum kalau ke luar rumah, saya harus main ke rumah teman-teman saya. Makanya saya sibuk.”

Ternyata orang yang rajin dan malas sebetulnya sama-sama sibuk. Bedanya , kalau orang malas sibuk mengerjakan pekerjaan yang tidak penting sedangkan orang rajin sibuk mengerjakan pekerjaan yang penting dan menghasilkan bagi dia untuk mencapai tujuan .

Bagi orang malas, masih ada banyak waktu untuk mengerjakan pekerjaan penting dan sekarang adalah saatnya menimati hidup.


Cara mengatasi rasa malas


Lalu bagaimana cara mengatasii rasa malas dalam segala hal sehingga semua tujuan dan target hidup kita dapat tercapai? Menurut saya pribadi, orang akan akan giat bekerja dan fokus pada pekerjaan bila ia punya motivasi kuat. Dengan motivasi yang sangat kuat sekali maka seseorang bisa memaksakan dirinya untuk berubah dari orang yang malas menjadi orang yang rajin.

Masalahnya motivasi yang bagaimanakah yang bisa mendorong dan memaksa diri sendiri. Sebetulnya ada 3 macam motivasi yang sangat kuat, dan ini bukan masalah motivasi mencari uang atau kekayaan. Motimasi ini lebih hebat lagi :


1. Motivasi karena kepepet.


Waktu yang paling tepat untuk publish posting

Karena kepepet seseorang bisa nekad dan memaksakan dirinya melakukan sesuatu dengan segera. Contoh motivasi model kepepet adalahmotivasi membayar uang, kepepet untuk mengobati orang, kepepet karena diancam dan sebagainya. Ini namanya “The Power of Kepepet”.


2. Motivasi pembuktian diri


banyak orang yang dulunya sering dihina karena jelek dan miskin akhirnya dia bekerja keras dan berusaha untuk membuktikan bahwa dirinya bisa jadi sukses. Karena sering terhina sehingga harga dirinya merasa direndahkan, dan sudah menjadi sifat manusia tidak mau direndahkan. Pembuktian dirilah pembalasan yang paling bagus, bukan dengan kekerasan.


3. Motivasi membahagiakan orang tersayang


Anda pasti punya orang yang disayangi seperti anak, istri, keluarga , orang tua dan lainnya. Ternyata banyak orang yang bekerja terus dan tak kenal waktu dengan alasan untuk membiayai anak dan membahagiakan mereka. Sampai ternyata malah lupa waktu anak dan istri. Namanya juga manusia.


Saat ini baru 3 macam motivasi ini yang bisa saya sebut. Kalau anda punya motivasi lain yang benar-benar kuat jangan takut dibagi-bagi lewat komentar..

Ternyata tidak semua blog bisa bikin duit online


Sebagai seorang blogger, tidak ada jalan sukses selain harus menulis posting yang bermutu, unik dan bermanfaat. Menjadi blogger yang rajin merupakan kesempatan emas bagi anda meraih sukses di bisnis blogging karena kebanyakan blogger adalah pemalas.Dan ini memang fakta bahwa kebanyakan blogger adalah PEMALAS


Bila anda punya ide bagus segera tulis , bila tulisan anda ada yang kurang segera perbaiki. Bila sedang sepi ide , jangan malas cari ide untuk blog anda.


Bagi saya blog adalah bisnis yang produknya adalah posting anda. Bila anda menunda menulis hari ini sampai besok, lalu siapa yang akan menulis artikel untuk besok?

Rating
0 Comments

By: Yusuf Ichsan Ats Tsaqofy


Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya “Mengapa engkau menangis?”

“Karena aku seorang wanita”, kata sang ibu kepadanya.

“Aku tidak mengerti”, kata anak itu.Ibunya hanya memeluknya dan berkata, “Dan kau tak akan pernah mengerti”

Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, “Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?”

“Semua wanita menangis tanpa alasan”, hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.

Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.

Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, “Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?”

Tuhan berkata:

“Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan “

“Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya “

“Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh “

“Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya “

“Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya “

“Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu “

“Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan.

Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan.”

“Kau tahu: Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya.”

“Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya – tempat dimana cinta itu ada.”


http://elviera23.wordpress.com/2009/04/25/mengapa-kaum-hawa-menangis/

Rating
1 Comments

By: Yusuf Ichsan Ats Tsaqofy


“Ada kalanya qt tidak perlu berpikir dua kali ketika sedang menghadapi suatu persoalan. Namun akan lebih sering, kita harus menguras tenaga hingga merasa lelah dan tertatih-tatih ketika berada dalam suatu persimpangan jalan hidup.”


Ibarat soal Ujian, bentuknya ada yang PG alias Pilihan Ganda dan ada juga yang Essay alias mengarang indah. Begitu pula dengan persoalan hidup. Kadang, soal yang begitu panjang kalimatnya, hingga mungkin menghabiskan setengah paragraf, terlihat susah, dan bikin pusing, bisa diselesaikan hanya dengan sekali contreng. Entah itu di option A, B, C, atau D. Masalah benar atau salah jadi urusan belakangan karena yang dipentingkan kita bisa mengisinya saat itu, sehingga kertas ujian tidak kelihatan kosong. Seringkali bahkan soal dengan kalimat sepanjang itu, diselesaikan hanya dengan menghitung kancing, memutar-mutar ujung pensil, atau bahkan sekedar berharap pada pola probabilitas. Dalam 1 atau 2 menit, selesai sudah untuk 1 soal. Tapi…apakah hal itu baik?


Lain dengan soal bentuk Essay, kalimatnya sih simpel, tapi ternyata anaknya banyak…(alias soalnya 1 tapi poin-poin jawabannya banyak). Kelihatan mudah, tapi tetap saja kalau diselesaikan tanpa mikir ujung2nya ya jadi mengarang indah. Jawabannya ?? Yaa…kalo bener karangannya syukur, kalo enggak ya wassalam. Sekali lagi…baikkah itu?


Teman, hidup emang ga instan. Allah saja menciptakan bumi ini tidak langsung “kun fayakuun” tapi melalui beberapa tahap, kurang lebih 6 tahap. Nah, bagaimana mungkin kita, sebagai makhluknya yangs sudah diberikan begitu banyak kenikmatan dari Nya, masih tak pandai bersyukur dan menginginkan segala yang instan terjadi.


Ada yang pernah bilang, kemudahan-kemudahan itu hanya akan menghambat keluarnya potensi kita. Ya, bisa jadi benar. Terbukti, kalau kita baca biografi orang sukses, yang kita dapati di sana adalah kesulitan demi kesulitan dan beragam tantangan yang menempa sang tokoh menjadi lebih baik dari dirinya yang sebelumnya.


Ibarat menyelesaikan soal ujian, ada banyak cara yang bisa kita tempuh untuk menyelesaikan ujian hidup. Ada cara yang lurus, ada cara yang menyimpang. Mencontek bisa jadi adalah salah satu cara menyimpang dalam menyelesaikan soal ujian, tapi dalam menyelesaikan masalah hidup, sah-sah saja jika kita mencontek kiat-kiat orang lain yang sudah pernah mengalaminya.


Menapaki ujian hidup, juga bukannya tanpa banyak metode.Ya, ibarat soal ujian lagi, ada yang PG ada yang Essay. Tapi, penyelesaian yang terbaik, tentunya dengan mempertimbangkan faktor pendukung yang ada dalam diri kita dan lingkungan sekitar kita. Yang terpenting, kita harus yakin bahwa Allah akan bersama kita.Bersama orang-orang yang sabar, bersama orang-orang yang tak pernah berputus asa dari nikmatnya, bersama orang-orang yang selalu meyakini bahwa ujian demi ujian yang ia peroleh setiap hari adalah bentuk kasih sayang Allah demi meningkatkan derajatnya di mata Allah.


Agar kelak di Yaumil Akhir, ia akan dapat memberikan kebanggaan pada Rasulullah yang kita rindukan, karena sebagai umat yang selalu beliau cintai, kita dapat membuktikan kelak bahwa kita bukanlah orang yang mudah menyerah dan berputus asa.


Hm… ” Sesungguhnya Allah tiada mengubah keadaan suatu kaum, kecuali jika mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”


http://elviera23.wordpress.com/2009/02/20/ujian-hidup/

Rating
0 Comments

Tipe Pertama : MANUSIA BATU

Sebuah batu, bila dicelupkan kedalam air, tidak dapat mengubah air.

Memang sejenak air menjadi keruh akibat butiran pasir atau debu yang menempel di batu itu. Tapi tak lama, air kembali menjadi bening karena akhirnya kotoran – kotoran itu mengendap di dasar penampan air.

Tipe manusia seperti BATU ini, tidak dapat memberi pengaruh dan membawa perubahan terhadap lingkungannya.


Tipe Kedua : MANUSIA SODA

Minuman soda, bila dicampurkan kedalam air, sudah barang tentu akan mengubah warna air dengan cepat. Kemudian air itu berbusa… naik keatas…terus keatas… hingga air tumpah dari penampannya. Tapi setelah itu air menjadi surut dan dengan drastis menjadi berkurang.

Tipe manusia SODA ini, sekilas mampu membawa perubahan pada lingkungannya. Tapi sebenarnya, ia menghancurkan lingkungan tersebut. Seolah – olah ia memotivasi lingkungan, padahal ia menjerumuskan. Hingga akhirnya yang selamat tinggallah sedikit.


Tipe Ketiga: MANUSIA EFFERVESCENT

Mungkin Anda kenal Redoxon atau CDR. Bagaimana kalau benda ini dicelupkan kedalam air?

Betul, dengan perlahan air menjadi kuning, kemudian setelah itu berubah menjadi orange.

Adakah air yang tumpah?, Sedikit sekali bahkan nyaris tak ada.

Tipe manusia EFFERVESCENT, adalah manusia yang mampu memberi pengaruh dan membuat perubahan sejati. Ia mempengaruhi lingkungan dengan perlahan…perlahan… sabar… hingga akhirnya lingkungannya benar -benar berubah.

Akankah air menjadi bening kembali?… tentu tidak.

Ia akan tetap berwarna kuning / orange.


Nah, pertanyaannya sekarang, tergolong pada tipe manusia apakah dirimu ???


Silakan direnungkan…


http://elviera23.wordpress.com/2009/02/10/3-tipe-manusia/

Rating
0 Comments


Syarat & hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam menulis cerpen
Isi harus padat

Saat memulai menulis cerpen cobalah selektif narasi, dialog, lontaran, dan imajinasi. Hindari narasi yang bersifat verbal dan menggurui, buanglah dialog yang tak perlu atau tak mendukung jalan cerita.
Lugas (to the point)

Narasi bergerak pada titik tertentu, baik yang kita eksploirasi, dramatisir, baik penokohan atau temanya. Jangan mudah tergoda dengan terlalu cepat mengungkapkan sesuatu yang orang lain tidak tahu. Sehingga ada greget bagi pembaca. Kegagalan sebuah cerpen, biasanya karena isinya tidak focus dan tak ada bayangan yang jelas oleh pembaca.
Kehematan berbahasa.

- Bahasa yang digunakan tidak jauh dengan konflik.

Konflik bisa dipilih dengan memposisikannya di depan atau di tengah.

- Hindari suatu situasi yang tidak mendukung tema atau ide cerita.

- Hindari kalimat-kalimat yang apa adanya. Misalkan;

Sempoyongan langkah kakiku. Kuminum segelas air minum supaya tenggorokan segar. Kalimat kedua itu bisa direvisi menjadi; Kuminum air putih. Segar!

Perhatikan aspek kedalaman dalam menulis

- Galilah dari penglaman pribadi atau orang lain. Dengan itu anda akan menguasai medan yang akan anda tulis. Lalu dramatisir.

- Cermatlah melihat hakekat sebuah peristiwa.
Perhatikan latar, tokoh, dan peristiwanya.

Buatlah alur cerita itu dengan latar, tokoh dan peristiwa yang saling berkesinambungan, serta plot yang jelas.
Setiap ada penampilan tokoh baru, jelaskan sosok penokohannya.
Perpindahan sudut pandang orang ceritakan dengan jelas.


Memilih Judul Cerita

Menentukan sebuah judul memang gampang-gampang susah. Harus selektif. Cobalah untuk membaca ulang hasil karya anda itu baru tentukan judul. Saat akan menulis cerpen atau novel, anda yang tak usah pusing dulu dengan judul, berangkatlah menulis dengan ide dan teme yag sudaha ada. Judul bisa anda dapatkan dari salah satu kata yang menarik dalam cerita tersebut. Bisa juga dari nama tokoh, atau hal apa yang sedang dibahas dalam cerita tersebut. Saat memilih judul perhatikan hal-hal berikut ini;
Pilih yang singkat dan menarik
Hindari judul-judul yang klise
Pilih judul yang nakal atau provokatif tapi tetap santun

Syarat Mengirim Karya ke Redaksi

Perhatikan standar EYD dan lain-lainnya
Ide cerita yang menarik, karena banyaknya persaingan.
Lihat siapa pembacanya atau sasaran pasar.

Mengapa karya kita tidak lolos di meja redaksi?

- Berpenampilan asal-asalan

Hindari; corat-coret dalam naskah ataupun ti-pex, naskah kotor atau jorok.

- Terlalu universal.

Ide cerita yang digarap kebanyakan telah ditulis oleh orang lain.

- Naskah menjiplak milik orang lain.

- Judul cerita kurang menarik.

Kelemahan Penulis Pemula
Pembahasan yang bertele-tele
Konflik kurang ada, padahal konflik adalah nyawanya cerpen.
focus cerita sangat lemah
Terlalu menggurui.

Cerita yang baik adalah setelah dibaca mengesankan bagi pembaca.
Judul cerita kurang menarik
Gagal menagkap ide.

Hal-hal yang bisa mendobrak semangat untuk menulis
Perbanyak membaca hasil karya orang lain, karena membaca saudara kembarnya menulis
Jadikan keberhasilan orang lain untuk memotifasi diri.
Jadikan menulis sebagai sarana untuk meningkatkan percaya diri yaitu dengan membentuk kita sebagai wanita yang eksis.
Pupuklah dendam pribadi anda. Salurkan lewat menulis.
Jangan terlalu percaya bakat. Meskipun bakat ada pengaruhnya terhadap perkembangan seseorang dalam menulis, tapi menulis sebenarnya murni dari keterampilan dan kreatifitas. Keterampilan punya daya hidup bagi seseorang untuk memproses dirinya.
Begabunglah di komunitas kepenulisan, baik milis atau organisasi terkait.
Yakinlah bahwa dengan menulis anda telah bermanfaat bagi orang lain, karena anda telah memberikan informasi kepada pembaca, asalkan anda memperhatikan kaidah dan norma-norma dalam kepenulisan.
Ingat apapun profesi seseorang dia punya potensi dan kesempatan terbuka untuk menulis dan menjadi seorang penulis.
Tekad yang besar.

Anda harus yakin bahwa dengan menjadi seorang penulis, anda tidak hanya dikenal sebagai seorang BMI, atau anda tidak hanya dikenal sebagai seorang istri atau ibu rumah tangga.

Kirim hasil kaarya anda ke milis, website, sebagai ajang diskusi

Sumber: mkbi.multiply.com/journal/item/13
Rating
0 Comments
By: Yu Surya Kangkung

Genre Sastra
Dengan mengacu pada tiga paradigma peradaban menurut Alvin Toffler (1980), ranah sastra dapat dipilah ke dalam paradigma peradaban agraris, industrial, dan informasi. Sastra dalam peradaban agraris didominasi genre sastra lisan; sastra dalam peradaban industrial didominasi genre sastra tulis; dan sastra dalam peradaban informasi didominasi genre sastra elektronik. Berdasarkan hal ini objek penelitian sastra dapat diklasifikasikan ke dalam sastra lisan, sastra tulis, dan sastra elektronik.

Sastra Lisan
Menurut Wiget (lihat Lauter, 1994), sastra lisan dipertunjukkan di hadapan pendengar yang melakukan evaluasi baik cara maupun isi pertunjukan; evaluasi bukan merupakan kesimpulan dari pertunjukan tersebut, melainkan merupakan sebuah kegiatan yang berlangsung yang tercermin dalam tingkat perhatian dan komentar.
Terdapat varitas yang sangat mengejutkan dari sastra lisan yang bertahan hidup di antara orang-orang pra-aksara, dan sebagaimana kata-kata tertulis muncul dalam sejarah, menunjukkan bahwa semua genre penting sastra yang muncul pada awal masyarakat beradab adalah: epos heroik, nyanyian pujaan untuk pendeta dan raja, cerita misteri dan supernatural, lirik cinta, nyanyian pribadi hasil meditasi, kisah cinta, kisah petualangan dan heroisme rakyat jelata, yang berbeda dari epos heroik kelas atas, satir, satir pertempuran, balada, dogeng tragedi rakyat dan pembunuhan, cerita rakyat, fabel, teka-teki, pepatah, falsafah hidup, himne, mantra-mantra, nyanyian misteri para pendeta, dan mitologi.

Dari berbagai varitas di atas, genre sastra lisan dapat klasifikasikan ke dalam sub-sub genre yang terdiri atas puisi lisan, prosa lisan, dan drama lisan. Edi Sedyawati (lihat Pudentia, 1998) menyusun sebuah gradasi dari sastra lisan yang paling murni sastra hingga ke pertunjukan teater yang paling lengkap media pengungkapannya, yakni: murni pembacaan sastra (mebasan dan macapatan); pembacaan sastra disertai gerak sederhana dan atau iringan musik terbatas (cekepung dan kentrung); penyajian cerita disertai gerak tari (randai); dan penyajian cerita melalui aktualisasi adegan, dialog dan tarian pemeran, dan iringan musik (wayang wong, makyong, wayang gong, dan lain-lain).
Menurut Wiget, dalam banyak sastra lisan dunia, puisi lisan adalah nyanyian, seperti halnya mazmur-mazmur Daud, lirik-lirik Orpheus, maupun meditasi-meditasi Tecayahuatzin. Baik puisi lisan maupun prosa lisan Amerika terdapat dalam kesusastraan pribumi seperti puisi Zuni, Aztec, Inuit, Aleut, dan lain-lain; dan cerita-cerita dari suku-suku Indian Hitchiti, Zuni, Navajo, Lakota, Iroquois, dan lain-lain.
Perkembangan penelitian terhadap sastra lisan yang merupakan sastra rakyat dilakukan dengan menggunakan metode-metode historik-komparatif, historik-geografik, dan historik-struktural.

Menurut A Teeuw (1988), perkembangan dalam studi sastra lisan terutama yang menyangkut puisi rakyat antara lain dilakukan oleh Parry dan Lord. Hipotesis Parry dan Lord ternyata dapat dibuktikan dengan meneliti puluhan contoh epos rakyat seperti yang dinyanyikan oleh tukang cerita. Dengan meneliti teknik penciptaan epos rakyat, cara tradisi tersebut diturunkan dari guru kepada murid, dan bagaimana resepsinya oleh masyarakat, Parry dan Lord berkesimpulan bahwa epos rakyat tidak dihafalkan secara turun-temurun tetapi diciptakan kembali secara spontan, si penyanyi memiliki persediaan formula yang disebut stock-in-trade, terdapat adegan siap pakai yang oleh Lord disebut theme, dan variasi merupakan ciri khas puisi lisan.

Sedangkan untuk melakukan penelitian terhadap teater rakyat dapat menggunakan metodologi kajian tradisi lisan. Dengan menggunakan metodologi kajian tradisi lisan, penelitian teater rakyat dapat dilakukan secara menyeluruh tidak hanya terbatas pada aspek kesastraannya saja tetapi juga mencakup aspek-aspek kebudayaan yang melingkupinya. Hal ini penting karena teater rakyat tidak hanya merupakan bagian dari sastra lisan tetapi juga bagian dari seni pertunjukan rakyat yang memiliki jaringan dengan berbagai unsur kebudayaan.

Sastra Tulis
Menurut Wellek dan Warren (1989), salah satu batasan sastra adalah segala sesuatu yang tertulis. Hal ini menurut Teeuw sesuai dengan pengertian sastra (literature) dalam bahasa Barat yang umumnya berarti segala sesuatu yang tertulis, pemakaian bahasa dalam bentuk tertulis. Lebih lanjut menurut Teeuw, bahasa tulis memiliki tujuh ciri, yakni: (1) dalam bahasa tulis antara penulis dan pembaca kehilangan sarana komunikasi suprasegmental; (2) dalam bahasa tulis tidak ada hubungan fisik antara penulis dan pembaca; (3) dalam teks-teks tertulis, penulis tidak hadir dalam situasi komunikasi; (4) teks-teks tertulis dapat lepas dari kerangka referensi aslinya; (5) bagi pembaca, tulisan dapat dibaca ulang; (6) teks-teks tertulis dapat diproduksi dalam berbagai bentuk dan jangkauan komunikasi yang lebih luas; dan (7)komunikasi menembus jarak ruang, waktu, dan kebudayaan.

Genre sastra tulis dapat dijabarkan ke dalam sub-sub genre yang terdiri atas puisi tulis, prosa tulis, dan drama tulis.Dewasa ini bentuk karya sastra yang paling diminat adalah cerpen dan novel. Waluyo (2002:28) membagi karya fiksi menjadi roman, cerita pendek, dan novel. Termasuk dalam klasifikasi novel adalah novelet. Novelet yaitu novel pendek yang lebih panjang dari cerita pendek, roman adalah jenis cerita rekaan yang paling dulu muncul, disusul oleh cerita pendek dan baru kemudian muncul novel dan novelet. Bentuk novel ataupun novelet dan cerita pendek pada akhirnya merajai sastra di Indonesia.

Sastra Elektronik
Kemajuan teknologi sangat berpengaruh terhadap perkembangan kesenian. Salah satu bidang teknologi yang mengalami perkembangan pesat adalah teknologi elektronik. Teknologi ini memiliki keterkaitan erat dengan dunia kesenian, baik sebagai alat produksi maupun sebagai media komunikasi. Bahkan teknologi elektronik berperan dalam menciptakan suatu genre baru dalam dunia kesenian yaitu seni elektronik. Frank Popper (1993) membahas lima kategori seni elektronik: (1) seni laser dan holografik, (2) seni video, (3) seni komputer, (4) seni komunikasi, dan (5) seni instalasi, demonstrasi dan pertunjukan. Fokus bahasan Popper adalah senirupa elektronik. Genre-genre seni elektronik terdapat dalam berbagai bidang kesenian seperti seni musik elektronik, seni rupa elektronik, sinema elektronik, dan sastra elektronik.

Dalam arti luas karya sastra yang diproduksi, dimodifikasi, dan dikemas dengan menggunakan peralatan elektronik dapat dinamakan sastra elektronik. Sesuai dengan media yang dipakai, sastra elektronik dapat diklasifikasikan ke dalam tiga jenis: sastra audio, sastra audiovisual, dan sastra multimedia. Sedangkan sesuai dengan genrenya, sastra elektronik dapat dijabarkan ke dalam sub-sub genre seperti di bawah ini.

Sumber: id.wikipedia.org/wiki/Sastra_elektronik
Rating
0 Comments
By: Hylla Shane Gerhana



Menulislah dengan hati karena hati senantiasa mengerti, menuntun jiwa untuk memberi dan berbagi.

Menulis bukan sekedar menyampaikan ide, informasi atau sejumlah data dan peristiwa. Lebih dari itu, menulis merupakan energi, memerlukan energi dan dapat memberikan energi bagi penulis juga pembacanya. Menulis dengan hati, merupakan energi yang akan membuat sebuah tulisan berkarakter dan natural karena energi yang diperlukan dan digunakan bersumber dari hati penulisnya, sehingga tulisan pun memberikan energi berupa kepuasan dan semangat untuk berkarya bagi penulisnya. Faktanya, sebuah tulisan yang ditulis dengan hati seringkali memberikan energi bagi pembacanya berupa inspirasi yang bisa saja mengubah pola pikir dan caranya bersikap. Semua yang dikukan dengan hati akan menyentuh hati, tertanam di hati dan menjadi energi hati. Lalu darimana datangnya energi menulis, apa saja bentuknya dan sepenting apakah?

Energi menulis, sebenarnya lahir dari hati. Karena itu, menulis dengan hati merupakan energi utama menulis yang akan memberikan energi pada tulisan itu sendiri. Inspirasi tulisan memang bisa muncul dari mana saja, dari serangkaian peristiwa, sekumpulan data, termasuk dari tulisan orang lain. Namun, proses mencipta sesungguhnya merupakan eksplorasi kemampuan individual secara total yang dapat mencerminkan karakter tulisan bahkan penulisnya. Boleh saja ide dasarnya sama, tema dan judulnya sama, tapi tidak akan melahirkan tulisan atau karya yang benar-benar sama persis. Makanya, wajar saja jika saya katakan “mengcopy paste” tulisan orang lain tanpa permisi untuk merupakan tindakan membohongi hati dan tidak percaya diri.


Menurut saya, energi menulis pada setiap orang berbeda-beda, tergantung kepada keinginan, maksud dan tujuan masing-masing penulis. Namun, pada dasarnya energi menulis lahir dari 4 hal yang bersinergi dengan hati kita.



Pertama, kemauan. Kemauan yang kuat akan menumbuhkan tekad yang kuat. Kemauan dan tekad yang kuat merupakan energi yang mampu mengalahkan ketakutan, kemalasan juga rasa ketidakmampuan dalam menulis. Energi ini yang akan menjaga stabilitas dan konsistensi dalam proses menulis, sehingga menghasilkan tulisan yang berenergi.



Kedua, kejujuran hati. Kejujuran hati akan melahirkan ketulusan berkarya, menuntun kita menulis dengan bebas, mengembangkan pemikiran secara orisinil, tanpa beban dan apa adanya. Terlepas dari adanya referensi atau data pendukung, kejujuran hati dalam menulis merupakan fondasi yang akan memberikan energi pada tulisan yang kita buat, sekaligus menjadi energi yang menumbuhkan semangat menulis. Kejujuran hati dalam menulis akan menumbuhkan kejujuran dalam realita etika dan budaya, sehingga jujur dan tulus dalam menulis tidak selalu berlaku pada tulisan-tulisan yang bersifat pribadi seperti menulis diary atau biografi, tetapi juga tulisan-tulisan ilmiah. Kejujuran hati dalam menulis dengan sendirinya akan melahirkan proses memperbaiki dan menyempurnakan tulisan.



Ketiga, keberanian mengungkapkan gagasan atau perasaan, serta keberanian melawan keraguan. Hal ini akan menumbuhkan energi positif berupa kepercayaan diri untuk menulis. Keberanian dan rasa percaya diri akan menuntun kita pada keleluasaan berbahasa dan kebebasan mengeksplorasi data dan kosa kata dalam menulis, sehingga kita tertantang untuk menyuguhkan tulisan terbaik.


Keempat, kepedulian. Kepedulian lahir dari hati dengan melihat sederet kenyataan dan harapan, baik yang kita alami sendiri maupun dialami orang lain. Kepedulian inilah yang memunculkan energi untuk mencari ide tulisan, memproses ide, menuliskannya, hingga menjadi sebuah tulisan yang utuh. Menulis dengan didasari kepedulian akan melahirkan ketulusan dalam menulis. Kepedulian dan ketulusan ini merupakan energi yang dapat melahirkan tulisan yang bersifat problem solving karena kedua hal tersebut menstimulasi rasa ingin membantu atau mengubah keadaan yang tak diharapkan. Dapat dikatakan bahwa kepedulian merupakan bentuk empati penulis terhadap keadaan, kenyataan, pengalaman, pemikiran dan perasaan.

Menulis dengan hati adalah bicara hati yang dapat melahirkan energi untuk hati. Sejelek apapun tulisan sendiri, harus disyukuri karena kita masih bisa menulis, berbagi dan berkreasi, toh masih bisa diperbaiki. Sebaliknya, tulisan bagus dari hasil mengcopy paste (mentah-mentah, bulat-bulat, lengkap sampai titik komanya, kalimatnya sama persis dengan tulisan aslinya, tanpa permisi) tidak akan berarti apa-apa secara batiniah walaupun mendapat pujian. Jangankan kepuasan atau kebanggaan, yang ada malah beban perasaan telah mebohongi hati dan orang lain yang membacanya.
Ya, itu pun kalau yang mengcopy paste menyadari arti menghargai dan mengapresiasi sebuah karya, kalau tidak semua tulisannya bisa-bisa merupakan hasil copy paste dari tulisan orang lain. Mengcopy paste juga harus pakai nurani karena kata nurani lebih jujur dan jauh lebih berarti daripada pujian.
Untuk menghasilkan sebuah tulisan, si penulis memerlukan energi yang tidak sedikit. Kesabaran, pengorbanan waktu, tenaga dan pikiran serta konsentrasi. Semoga saja para copaster segera menyadari dan memperbaiki kesalahannya.

(Nia Hidayati) : dari hati

Rating
2 Comments
By: Hylla Shane Gerhana


Banyak yang menduga hanya energi atau berat badan yang dapat berfluktuasi selama satu hari. Padahal otak manusia juga memiliki irama tersendiri dan ada waktu-waktu terbaiknya. Kapan saja waktu brilian untuk melakukan aktivitas tertentu?

Seperti dikutip dari Health.MSN, ada 8 waktu tertentu yang mana seseorang bisa menjadi brilian dalam melakukan tugas-tugasnya, yaitu :

Jam 7-9 pagi: Saat terbaik untuk meningkatkan semangat dan gairah
"Waktu tersebut merupakan saat yang sempurna untuk meningkatkan ikatan dengan pasangan ketika baru bangun tidur," ujar Ilia Karatsoreos, PhD, ahli saraf dari Rockefeller University.

Hal ini karena kadar hormon oksitosin (hormon cinta) berada di level tertinggi setelah bangun tidur. Waktu ini merupakan saat yang tepat untuk memperkuat hubungan dengan orang-orang yang paling penting dalam hidup. Peneliti Inggris menuturkan bahwa kadar oksitosin pada laki-laki akan berangsur-angsur menurun seiring berjalannya waktu.

Jam 9 pagi sampai 11 siang: Saat terbaik untuk kreativitas
Pada waktu tersebut otak memiliki hormon kortisol (hormon stres) yang cukup, sehingga dapat membantu memfokuskan pikiran dan hal ini tidak dipengaruhi oleh usia berapapun.

Saat ini merupakan waktu yang prima untuk belajar serta mengerjakan tugas yang membutuhkan analisa dan konsentrasi. Karena itu saatnya mengembangkan ide baru, membuat presentasi atau melakukan brainstorming.

Jam 11 sampai jam 2 siang: Saat terbaik untuk melakukan tugas yang sulit
Peneliti Jerman menuturkan saat tersebut hormon melatonin (hormon tidur) telah menurun tajam, sehingga tubuh lebih siap untuk mengerjakan beban proyek atau pekerjaan yang sulit dan keras.

Namun sebaiknya tetap tidak melakukan beberapa tugas secara bersamaan, karena akan membuat seseorang kehilngan konsentrasi. Karena itu saatnya melakukan presentasi atau melakukan tugas yang berat lainnya.

Jam 2-3 siang: Saat terbaik untuk beristirahat
Untuk mencerna makan siang, maka tubuh akan menarik darah dari otak ke perut, kondisi ini akan membuat asupan darah atau oksigen ke otak sedikit berkurang yang membuat seseorang jadi mengantuk. Untuk itu cobalah beristirahat sebentar dari pekerjaan.

Jika tetap harus bekerja dan melawan kantuk, cobalah berjalan-jalan sebentar, melakukan meditasi atau minum air putih. Hal ini bisa meningkatkan volume vaskuler dan sirkulasi sehingga meningkatkan aliran darah ke otak.

Jam 3 siang sampai 6 sore: Saat terbaik untuk kolaborasi
"Pada saat sekarang otak akan merasa sangat lelah," ujar Paul Nussbaum, PhD, seorang neuropsikolog klinis. Karena itu tak ada salahnya untuk melakukan kolaborasi dengan rekan kerja atau melakukan kegiatan yang berbeda. Meskipun otak tidak setajam waktu sebelumnya, tapi seseorang akan merasa lebih santai dan tekanan tubuhnya juga lebih rendah.

Jam 6 sore sampai 8 malam: Saat terbaik untuk melakukan tugas-tugas pribadi
Diantara jam tersebut, peneliti menemukan bahwa otak sudah masuk dalam tahap 'pemeliharaan', yaitu ketika produksi melatonin masih berada di level rendah.
Tak ada salahnya untuk berjalan-jalan seorang diri atau bersama teman-teman, menyiapkan makan malam atau menikmati waktu yang berkualitas bersama anggota keluarga.

Jam 8-10 malam: Saat terbaik untuk bersantai
Pada saat ini ada transisi dari kondisi terjaga menjadi mengantuk, karena kadar hormon melatonin akan meningkat cepat. Sementara itu kadar serotonin (neurotransmitter yang berhubungan dengan semangat) akan memudar.
Rubin Naiman, PhD spesialis masalah tidur dari University of Arizona's Center for Integrative Medicine menuturkan sekitar 80 persen serotonin akan dirangsang dari paparan sinar matahari, sehingga jika matahari tenggelam kadar dalam dalam tubuh juga berkurang.
"Pada malam hari ketika otak sudah lelah, merupakan cara terbaik untuk membuat tubuh menjadi santai seperti menonton film lucu, merajut atau melakukan hal-hal yang bisa membuat tubuh santai atau rileks," ujar Naiman.

Jam 10 malam ke atas: Saat terbaik untuk tidur dan menunda segala kegiatan
Saat ini merupakan waktunya istirahat malam dan tidur, pengaturan cahaya akan dapat membantu membiarkan otak beristirahat. Setelah beberapa jam, otak akan siap kembali untuk memulai aktivitas baru.
Usahakan untuk mendapatkan tidur yang cukup sebanyak 7-8 jam, sehingga bisa mendapatkan kesehatan dan energi yang optimal di pagi hari.

(coppas dr - argakencana.blogspot.com)
Rating
1 Comments
By: Hylla Shane Gerhana


Kalau dipikir-pikir untuk menuangkan gagasan atau ide kita dalam sebuah tulisan itu susah, dan tidak gampang. Tapi, apakah memang demikian? TIDAK, sejatinya, menulis sangat mudah, asalkan kita mau mengeksplor semua apa yang ada dalam pikiran kita, mencoba menuangkan seluruh ide yang kita punya, yang akhirnya membentuk 'lakon" yang menarik.
Memang menulis dituntut untuk mempunyai keahlian, kecakapan, dan kecerdasan. Namun, hal demikian hanya metode klasik yang sering digembor--gemborkan oleh mereka, para pecandu "methode" menulis, katanya itu syarat untuk menjadi penulis yang handal. TIDAK!! (salah besar).!

Syarat utama untuk jadi penulis cuman satu, asalkan kita hapal huruf-huruf alphabet "A sampai Z", kita sudah memenuhi syarat untuk jadi seorang penulis, karena ketika kita sudah hafal itu di luar kepala kita. Otomatis kita sudah bisa membaca dan menulis, sudah sangat, sangat, dan sangat cukup sebagai perangkat dasar manusia, untuk memulai karir sebagai penulis. Selain itu, syarat utama yang lain adalah penulis harus menguasai bahasa manusia, entah itu bahasa indonesia, bahasa jawa, bahasa batak, bahasa inggris, atau apalah bentuknya. Ketika kita sudah memenuhi dua kriteria tersebut, maka kita sebenarnya telah mampu untuk menulis. sebagai bukti: Menulis SMS, Menulis email, Menulis Status di Facebook, Chating, dan teman-temannya. Nah, model tulisan tersebut adalah gambaran bahwa manusia sesungguhnya punya bakat semua untuk menjadi penulis. Pasti dalam hal ini, akan terlontar pernyataan yang nyeleneh, "Gaya penulisan itu kan tidak masuk kategori dalam penulisan buku (ilmiah, novel, cerpen, dan sebagainya), jadi harus bedakan dooong, mana tulisan sehari-hari, mana tulisan yang benar-benar tulisan?". Ya, ya, ya, ya, memang demikian. Tapi, Apakah kita akan mampu menulis, jika kita tak hapal A-Z, apakah kita mampu untuk menulis jika kita tak menguasai bahasa manusia? Semua orang pasti akan serempak menjawa, "IYA". Lantas apa hubungannya dengan yang tadi di contohkan (SMS, Chat, Surat, dan sebagainya)? Jawabnya, model tulisan SMS, Chat, dan surat--tidak bisa dipungkiri, tulisan macam itu terlahir dari pikiran dan rasa yang ada dalam diri kita. Karena dalam menulis apapun, sudah pasti kita dipaksa untuk berpikir.

Nah, berangat dari situ--untuk penghantar sebagai penulis, sejatinya kalian sudah memenuhi kriteria dan syaratnya, tinggal dikembangkan saja. Asalkan kita mau berproses, pasti bisa menulis. Lantas apa yang harus kita tulis sebagai langkah awal?, Permulaan, kita menulis jangan dulu yang susah-susah, coba kita cari tema yang benar-benar kita kuasai, apapun itu temanya--entah hobi kita, kebiasaan kita, biodata kita, dan sebagainya yang kita pahami. Pada saat proses menulis, sebaiknya kita jangn dulu membacanya, sebelum kita menganggap bahwa tulisan kita telah selesai, yang ditakutkan, kalau baru satu kalimat atau satu paragraf lalu kita baca, pasti kita akan merasa tidak sesuai dan jelek. Secara otomatis kita akan menghapusnya, dan hapus, serta hapus terus. Maka, apa yang kita tulis tidak akan pernah selesai, oleh karena itu alangkah baiknya jika pada saat kita menulis sebagai pemula, jangan dulu kita baca sebelum kita merasa bahwa tulisan yang sedang kita tulis benar-benar selesai. Nah, setelah selesai semuanya, baru tulisan kita edit, mana yang tidak sesuai dan tidak nyambung, bisa langsung kita ganti, dan begitu seterusnya. Di samping itu, agar kita selalu istiqomah atau konsisten dalam menulis, sebaiknya dalam mengasah kreativitas kita menulis, kita membuat target, semisal: 1 hari 1 halaman, maka 1 bulan kita bisa dapat 30 halaman, hitung saja jika 3 bulan kita sudah dapat berapa halaman. Tetapi, kalau kita ingin terus memperbanyak target halaman dalam satu bulan, kita bisa menaikan target itu menjadi 2/3 halaman dalam satu hari, mungkin bisa lebih.

Bisa ditarik kesimpulan, kalau semisal kita mau memanfaatkan hari dan waktu yang kita punya, serta memperdayagunakan setiap kata yang kita keluarkan dari mulut kita, atau mau memanfaatkan semua pikiran kita dalam setiap kata dan tulisan, maka tidak menutup kemungkinan kreatifitas kita dalam menulis akan benar-benar terukir, dan akhirnya kita menjadi penulis yang profesional.

SALAM KARYA

"MARI BERKARYA, SEBELUM KITA DIKARYAKAN"